Thursday, August 2, 2018

Franchise Profile : INDOMARET "Mudah & Hemat"



INDOMARET merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan luas penjualan 120-200 m2. Dikelola oleh PT. Indomarco Prismatama, gerai pertama dibuka pada November 1988 dan tahun 1997 perusahaan mengembangkan bisnis gerai waralaba pertama di Indonesia dan menetapkan acuan untuk waralaba ritel pertama.

Pada Mei 2003 Indomaret meraih penghargaan “Perusahaan Waralaba 2003” dari Presiden Megawati Soekarnoputri dan pada 2016 Indomaret kembali meraih penghargaan bergengsi dari Republik Indonesia sebagai Waralaba Utama Terbaik diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Kini Indomaret mencapai lebih dari 15.500 gerai, dimana + 33% merupakan toko Terwaralaba yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Indomaret mudah ditemukan di daerah perumahan, gedung perkantoran, apartemen, dan fasilitas umum karena penempatan lokasi gerai didasarkan pada motto “mudah dan hemat”.




#profilwaralaba #franchiseprofile #infofranchiseexpo #profilfranchise #neoorganizer #neoexpo #waralabamembangubangsa #ifbcexpo2018 #ifbc2018 #yukberwirausaha #yukbisnis #saatnyaciptakanpeluangmu #caramudabukausaha #semuaorangbisajadipengusaha




Franchise Intips : "Cara Membangun Relasi yang Baik dengan Franchisee"



Untuk membuat para Franchisee berkembang dan mendapatkan sukses, diperlukan program-program pengelolaan kerja yang konsisten dan terukur.


Program-program tersebut terdiri dari 3 hal inti, antara lain: 

Hal yang pertama, yaitu Program Dukungan bertujuan untuk memberikan dukungan yang berkesinambungan (continuous supports) kepada jaringan penerima waralaba, dan merupakan salah satu kegiatan utama Franchisor. Program ini berorientasi kepada suksesnya Franchisee (program ini telah dikukuhkan dalam PP No.42, tahun 2007 tentang Waralaba). Program dukungan ini sendiri terdiri dari 4 bagian, yaitu Pelatihan, Pemasaran, Konsultasi Bisnis, dan Monitoring, diman setiap bagian mempunyai konsep, model dan prosedur kerja tersendiri, serta membutuhkan bisnis mastery dari bisnis yang di-franchise-kan.

Hal kedua adalah Program Pengembangan, dimana berisi kepentingan bagi Franchisor dalam pengembangan diri. Hal ini sangat diperlukan bagi Franchisor agar selalu lebih unggul/ maju (advance) dari para Franchisee-nya. Program-program pengembangan yang konsisten dan efektif akan membuat para Franchisee menjadi lebih loyal dan menggantungkan harapan kepada Franchisor. Dengan demikian Franchisor dapat meningkatkankan jumlah ketertarikan para calon Franchisee karena melihat adanya peningkatan manfaat bergabung dalam bisnis waralaba yang ditawarkan.

Hal ketiga adalah hal yang menjadi topik kali ini, yaitu mengenai Program Pembinaan Hubungan. Perlu diketahui, bahwa hubungan dalam franchising antara Franchisor dan Franchisee adalah hubungan kemitraan yang dilandasi dengan ikatan perjanjian. Memiliki “relationship” dengan jangka waktu bertahun-tahun dan dapat diperpanjang (bila kedua belah pihak setuju). Kedua belah pihak saling mengharapkan mempunyai posisi yang setara, mandiri, serta masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban yang harus dijalankan. 

Tetapi, pada kenyataannya ada “life cycle relationship”. Hal tersebut mirip dengan hubungan pernikahan. 
Untuk itu perlu pembinaan hubungan yang berkesinambungan, dimana masing-masing pihak perlu selalu merasa bangga dan setia (loyal) kepada pasangannya (Mitra).


Sumber: 


#franchiseintips #infofranchiseexpo #franchise #waralaba #peluangusaha #businessopportunity #peluangusaha #waralabamembangunbangsa #saatnyaciptakanpeluangmu #ayoberwirausaha #thespiritofentreprenuership #empoweringindonesianentrepreneurs #semuaorangbisajadipengusaha #yukbisnis 


More franchise events at 

Monday, July 23, 2018

Franchisepedia : KRITERIA USAHA WARALABA



Suatu usaha waralaba harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 

1) Memiliki ciri khas usaha
Yang dimaksud dengan “ciri khas usaha” adalah suatu usaha yang memiliki keunggulan atau perbedaan yang tidak mudah ditiru dibandingkan dengan usaha lain sejenis, dan membuat konsumen selalu mencari ciri khas dimaksud. Misalnya, sistem manajemen, cara penjualan dan pelayanan, atau penataan atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari Pemberi Waralaba.  

2) Terbukti sudah memberikan keuntungan
Yang dimaksud dengan “terbukti sudah memberikan keuntungan” adalah menunjuk pada pengalaman Pemberi Waralaba yang telah dimiliki kurang lebih 5 (lima) tahun dan telah mempunyai kiat-kiat bisnis untuk mengatasi masalah-masalah dalam perjalanan usahanya, dan ini terbukti dengan masih bertahan dan berkembangnya usaha tersebut dengan menguntungkan.

3) Memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis
Yang dimaksud dengan “standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis” adalah standar secara tertulis supaya Penerima Waralaba dapat melaksanakan usaha dalam kerangka kerja yang jelas dan sama (Standard Operational Procedure).

4) Mudah diajarkan dan diaplikasikan
Yang dimaksud dengan “mudah diajarkan dan diaplikasikan” adalah mudah dilaksanakan sehingga Penerima Waralaba yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan mengenai usaha sejenis dapat melaksanakannya dengan baik sesuai dengan bimbingan operasional dan manajemen yang berkesinambungan yang diberikan oleh Pemberi Waralaba.

5) Adanya dukungan yang berkesinambungan
Yang dimaksud dengan “dukungan yang berkesinambungan” adalah dukungan dari Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba secara terus menerus seperti bimbingan operasional, pelatihan, dan promosi.

6) Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang telah terdaftar
Yang dimaksud dengan “Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar” adalah Hak Kekayaan Intelektual yang terkait dengan usaha seperti merek, hak cipta, paten, dan rahasia dagang, sudah didaftarkan dan mempunyai sertifikat atau sedang dalam proses pendaftaran di instansi yang berwenang.


Sumber : 
Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang waralaba, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53/M-DAG/PER/8/2012 Jo. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57/M-DAG/PER/9/2014.

#franchisepedia #infofranchiseexpo #franchise #waralaba #peluangusaha


More franchise events at :
https://www.infofranchiseexpo.com/ 
https://www.instagram.com/infofranchiseexpo/

Franchise Zaman Now : THAI TEA


Salah satu minuman yang ‘ngehits’ hingga saat ini adalah Thai Tea. Minuman khas Thailand ini kini dengan mudah kita temui di sudut kota besar di Indonesia. Mengikuti trend kuliner kekinian, Thai Tea dapat dijumpai dengan beragam rasa dan aneka ‘topping’, semakin banyak topping-nya semakin menarik perhatian konsumen. 

Thai Tea (Teh Thailand), juga dikenal sebagai es teh Thai, adalah minuman dingin atau panas Thailand yang terbuat dari teh, susu dan gula. Ini populer di Asia Tenggara dan disajikan di banyak restoran yang menyajikan makanan Thailand, bahkan di sejumlah pusat jajanan. Terlebih, sekarang kian meramaikan bursa peluang usaha di tanah air. Betul, Anda pun bisa menjadi pengusaha Thai Tea. 

Sekilas kita mungkin beranggapan Thai Tea dan Teh Tarik memiliki kesamaan, namun ternyata berbeda. Perbedaannya terdapat pada bahan yang digunakan untuk membuat teh tersebut. Thai tea menggunakan teh hitam khusus yang berasal dari Thailand kemudian dicampur dengan rempah-rempah seperti vanila dan bunga lawang. Thai tea memang memiliki campuran rempah-rempah. Namun, rasanya barangkali tidak terlalu kuat karena sudah dicampur dengan susu.

#sobatexpo yang tertarik untuk berwirausaha Thai Tea dapat mencobanya. Bubuk dan susu kental serta rempah dapat dengan mudah Anda dapatkan dan racik Thai Tea otentik Anda dengan tambahan rasa unik lainnya. Perihal gelas plastik dan ‘packaging’ pun kini sudah tersedia alat segel gelas siap saji yang memudahkan, tentunya dengan sejumlah perlengkapan pendukung lainnya. Selamat mencoba #sobatexpo .

Temukan lebih banyak referensi berwirausaha! jangan lewatkan kegiatan Pameran Franchise & Peluang Usaha Nasional Terkini INFO FRANCHISE & BUSINESS CONCEPT 2018 “Waralaba Membangun Bangsa” pada 23-25 November 2018 di Balai Kartini, Jakarta.

Sumber: 

#franchisezamannow #infofranchiseexpo #ifbcexpo2018 #franchise #thaitea #waralaba #waralabamembangunbangsa #infokuliner #yukbisnis #saatnyaciptakanpeluangmu #semuaorangbisajadipengusaha




Franchise Profile : LULLA THAI TEA



Berdiri pada Januari 2017 di Jakarta, Lulla Thai Tea bermula dari product development dan market reaserch dari Bazzar ke bazzar dari akhir 2016,sampai akhirnya mencoba membuka peruntungan dengan membuka gerai di salah satu mall pada januari 2017.

Satu tahun terakhir bisnis thaitea ini memang mempunyai posotioning yang tinggi karena trend nya sedang naik, karena mencoba mengikuti trend itulah kami mencoba memodifikasi dan menciptakan diferensiasi dari produk yang kami hadirkan untuk bisa memenangkan persaingan. .

Gerai pertama kami di Green Pramuka Square, Jakarta Pusat, beroperasi di Januari 2017. Produk yang kami jual beragam; Thaitea, Greentea, Chocolate, Coffee, Strawberry, Blueberry dan terakhir produk yang baru kita launch di bulan mei adalah Greentea Mojito yang sangat dapat diterima di benak konsumen, sehingga kita bisa menciptakan diferensiasi dan market sendiri dibandingkan kompetitor.

Berkonsep bisnis kemitraan dan tidak ada royalti fee, hingga pertengahan tahun 2018 atau di akhir triwulan kedua ini kami sudah memiliki 50 gerai yang tersebar di seluruh indonesia dan masih akan tumbuh.

Uniqness yang kita punya dan yang paling fundamental adalah Pricing, karena harga kita yang lebih terjangkau dengan kualitas rasa yang lebih baik sesuai dengan tag line kita “the best thaitea in town” membuat pasar lebih beralih ke brand kami. Range harga jual kita mulai dari Rp 10.000 untuk small cup sampai dengan Rp 22.000 untuk Big Cup. Omset rata-rata per gerai adalah 1-3 jt per hari, atau sekitar 30jt sampai dengan 90jt perbulan, tergantung dari letak outlet nya.

Anda yang tertarik dapat mencoba langsung di sejumlah gerai kami. Juga terbuka untuk Anda bergabung menjadi mitra kami. Lulla Thai Tea #manisnyaenak .

Sumber : 
Bapak Bayu Harry, Founder & CEO Lulla Thai Tea


#profilfranchise #profilwaralaba #franchiseprofile #infofranchiseexpo #ifbcexpo2018 #manisnyaenak  

http://www.instagram.com/infofranchiseexpo/ 
www.infofranchiseexpo.com 

Monday, July 16, 2018

Franchise Intips : Syarat & Ketentuan Pendaftaran STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba)



Standar dan ketentuan pendaftaran STPW diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang waralaba, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53/M-DAG/PER/8/2012 Jo. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57/M-DAG/PER/9/2014.

Adapun tahapan atau syarat-syarat proses pengurusannya adalah sebagai berikut :


Suatu usaha waralaba harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 

1) Memiliki ciri khas usaha
Yang dimaksud dengan “ciri khas usaha” adalah suatu usaha yang memiliki keunggulan atau perbedaan yang tidak mudah ditiru dibandingkan dengan usaha lain sejenis, dan membuat konsumen selalu mencari ciri khas dimaksud. Misalnya, sistem manajemen, cara penjualan dan pelayanan, atau penataan atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari Pemberi Waralaba.  

2) Terbukti sudah memberikan keuntungan
Yang dimaksud dengan “terbukti sudah memberikan keuntungan” adalah menunjuk pada pengalaman Pemberi Waralaba yang telah dimiliki kurang lebih 5 (lima) tahun dan telah mempunyai kiat-kiat bisnis untuk mengatasi masalah-masalah dalam perjalanan usahanya, dan ini terbukti dengan masih bertahan dan berkembangnya usaha tersebut dengan menguntungkan.

3) Memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis
Yang dimaksud dengan “standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis” adalah standar secara tertulis supaya Penerima Waralaba dapat melaksanakan usaha dalam kerangka kerja yang jelas dan sama (Standard Operational Procedure).

4) Mudah diajarkan dan diaplikasikan
Yang dimaksud dengan “mudah diajarkan dan diaplikasikan” adalah mudah dilaksanakan sehingga Penerima Waralaba yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan mengenai usaha sejenis dapat melaksanakannya dengan baik sesuai dengan bimbingan operasional dan manajemen yang berkesinambungan yang diberikan oleh Pemberi Waralaba.

5) Adanya dukungan yang berkesinambungan
Yang dimaksud dengan “dukungan yang berkesinambungan” adalah dukungan dari Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba secara terus menerus seperti bimbingan operasional, pelatihan, dan promosi.

6) Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang telah terdaftar
Yang dimaksud dengan “Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar” adalah Hak Kekayaan Intelektual yang terkait dengan usaha seperti merek, hak cipta, paten, dan rahasia dagang, sudah didaftarkan dan mempunyai sertifikat atau sedang dalam proses pendaftaran di instansi yang berwenang.


Apabila pelaku usaha telah menjalankan usaha yang dianggap telah memenuhi kriteria tersebut di atas maka harus terdaftar pada Kementerian Perdagangan atau dinas yang membidangi perdagangan di wilayah setempat dengan ketentuan sebagai berikut: Pemberi Waralaba wajib memiliki STPW dengan mendaftarkan Prospektus Penawaran Waralaba.

Pemberi Waralaba berasal dari luar negeri, Pemberi Waralaba berasal dari dalam negeri, Pemberi Waralaba Lanjutan berasal dari Waralaba luar negeri, dan Pemberi Waralaba Lanjutan berasal dari Waralaba dalam negeri wajib mendaftarkan Prospektus Penawaran Waralaba ke Direktorat Bina Usaha Perdagangan secara online melalui sipt.kemendag.go.id.

Penerima Waralaba wajib memiliki STPW dengan mendaftarkan Perjanjian Waralaba.
Penerima Waralaba berasal dari Waralaba luar negeri wajib mendaftarkan Perjanjian Waralaba ke Direktorat Bina Usaha Perdagangan up. Kantor Unit Pelayanan Perdagangan Kementerian Perdagangan.

Penerima Waralaba berasal dari Waralaba dalam negeri, Penerima Waralaba Lanjutan berasal dari Waralaba luar negeri, dan Penerima Waralaba Lanjutan berasal dari Waralaba dalam negeri wajib mendaftarkan Perjanjian Waralaba ke kantor dinas yang bertanggungjawab di bidang perdagangan Provinsi DKI Jakarta atau kabupaten/kota atau Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu setempat di seluruh Indonesia.


Dokumen persyaratan yang harus disampaikan oleh pemohon untuk mendapatkan STPW adalah sebagai berikut:

Permohonan STPW Pemberi Waralaba:
Fotokopi Prospektus Penawaran Waralaba; Prospektus Penawaran Waralaba yang didaftarkan oleh Pemberi Waralaba berasal dari Luar Negeri harus dilegalisir oleh Public Notary dan disertai dengan surat keterangan dari Atase Perdagangan RI atau Pejabat Kantor Perwakilan RI di negara asal. Apabila Prospektus Penawaran Waralaba dibuat dalam bahasa asing harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Fotokopi Perjanjian Waralaba; Apabila Perjanjian Waralaba dibuat dalam bahasa asing harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Fotokopi Izin Usaha; Fotokopi Tanda Bukti Pendaftaran HKI; Fotokopi KTP Pemilik/Penanggung jawab Perusahaan; Komposisi penggunaan tenaga kerja; Komposisi barang/bahan baku yang diwaralabakan.

Permohonan Baru Penerima Waralaba:
Fotokopi Izin Usaha; Fotokopi Prospektus Penawaran Waralaba dari Pemberi Waralaba; Apabila Prospektus Penawaran Waralaba dibuat dalam bahasa asing harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Fotokopi Perjanjian Waralaba; Apabila Perjanjian Waralaba dibuat dalam bahasa asing harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Fotokopi STPW Pemberi Waralaba; Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan dan/atau Akta Perubahan yang mendapat Pengesahan dari Instansi Berwenang*; Fotokopi Tanda Bukti Pendaftaran HKI; dan Fotokopi KTP Pemilik/Penanggung jawab Perusahaan; Komposisi penggunaan tenaga kerja; Komposisi barang/bahan baku yang diwaralabakan.

Permohonan Baru STPW Pemberi Waralaba Lanjutan:
Fotokopi Izin Usaha; Fotokopi Prospektus Penawaran Waralaba; Fotokopi STPW sebagai Penerima Waralaba; Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan dan/atau Akta Perubahan yang mendapat Pengesahan dari Instansi Berwenang*; Fotokopi Tanda Bukti Pendaftaran HKI; dan Fotokopi KTP Pemilik/Penanggung jawab Perusahaan; Komposisi penggunaan tenaga kerja; Komposisi barang/bahan baku yang diwaralabakan.

Permohonan Baru STPW Penerima Waralaba Lanjutan:
Fotokopi Izin Usaha; Fotokopi Prospektus Penawaran Waralaba dari Pemberi Waralaba Lanjutan; Fotokopi Perjanjian Waralaba; Fotokopi STPW Pemberi Waralaba Lanjutan; Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan dan/atau Akta Perubahan yang mendapat Pengesahan dari Instansi Berwenang*; Fotokopi Tanda Bukti Pendaftaran HKI; Fotokopi KTP Pemilik/Penanggung jawab Perusahaan; Komposisi penggunaan tenaga kerja; Komposisi barang/bahan baku yang diwaralabakan. Pengurusan permohonan STPW dapat dilakukan oleh pihak ketiga dengan menunjukkan surat kuasa bermaterai cukup yang ditandatangani oleh pemilik, pengurus, atau penanggungjawab perusahaan. STPW berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. Permohonan untuk memperpanjang disampaikan kepada instansi penerbit STPW dengan menyampaikan dokumen persyaratan: Asli Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW); dan Dokumen-dokumen lainnya apabila mengalami perubahan data dari dokumen yang disampaikan 5 tahun sebelumnya. Laporan penggunaan produk dalam negeri. 

STPW dinyatakan tidak berlaku apabila: jangka waktu STPW berakhir; Perjanjian Waralaba berakhir; atau Pemberi Waralaba dan/atau Penerima Waralaba menghentikan kegiatan usahanya. Pemberi Waralaba dan/atau Penerima Waralaba yang tidak memiliki STPW akan dikenakan sanksi berupa surat peringatan 3 kali berturut-turut dan denda paling banyak Rp. 100 juta.

STPW adalah wajib bagi setiap Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba. Setiap Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba yang telah memiliki STPW wajib menggunakan Logo Waralaba. Kewajiban ini dikecualikan bagi Pemberi Waralaba yang berasal dari luar negeri.

Logo Waralaba dapat diperoleh dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi dengan dengan menyampaikan data outlet/gerai waralaba. Logo Waralaba diletakkan atau dipasang pada tempat yang terbuka dan mudah terlihat di kantor pusat dan setiap outlet/gerai.

Pemberi Waralaba dan/atau Penerima Waralaba dilarang mengubah bentuk Logo Waralaba, menyalahgunakan Logo Waralaba dan Memalsukan Logo Waralaba.
Pemberi Waralaba dan/atau Penerima Waralaba yang tidak mengindahkan kewajiban penggunaan Logo Waralaba akan dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis sebanyak 3 kali berturut-turut, pemberhentian sementara STPW dan pencabutan STPW.


Sumber : 


#franchiseintips #informasidantips #infofranchiseexpo #franchise #waralaba #peluangusaha #bisnis #saatnyaciptakanpeluangmu #yukbisnis #waralabamembangunbangsa #infoevent #ifbcexpo2018 #ifbc2018 

tayang pada https://www.instagram.com/infofranchiseexpo/

Sunday, July 15, 2018

Franchisepedia : Apa yang dimaksud dengan "STPW"?



Dalam insudtri waralaba kita mengenal istilah STPW khususnya bagi para usaha yang sudah serius pada sistem bisnis waralaba. Berikut penjelasan singkat perihal STPW atau Surat Tanda Pendaftaran Waralaba: 


STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba) adalah bukti pendaftaran Prospektus Penawaran waralaba bagi Pemberi Waralaba dan/atau Pemberi Waralaba Lanjutan serta bukti pendaftaran Perjanjian Waralaba bagi Penerima Waralaba dan/atau Penerima Waralaba Lanjutan, yang diberikan setelah memenuhi persyaratan. (Pasal 1 Ayat 9, Keputusan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.53/M-DAG/PER/8/2012 Tentang Penyelenggaraan Waralaba)


Sumber: 
Buku Himpunan Peraturan Waralaba, Direktorat Bina Usaha Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Jakarta 2015.